Powered by Blogger.

Diary Kuli Pabrik

sebuah catatan perjalanan dari seorang kuli pabrik yang sedang mencari jati diri. lets enjoy my untold story

Nama: Frida Fatah Abdullah Aziz
NIM: SIR200913
Matkul: Etika Profesi
Dosen: Erfan Rusdy, M.kom

Secara Global di dunia, profesi desainer grafis mengarah ke dunia industri kreatif. Kita dapat melihat di beberapa negara maju terdapat asosiasi yang mengatur etika dalam profesi tersebut. Misalnya:
  • American Institute of Graphic Art
  • Graphic Artist Guild
  • Industrial Designers Society of America
  • Society of Graphic Designers of Canada
  • Australian Graphic Design Asosiation
Hampir semua panduan etika pada asosiasi diatas menitik beratkan kepada integritas dan rasa hormat dalam interaksi bisnis baik dengan klien, perusahaan bekerja, pihak ketiga bahkan desainer lainnya. Berikut fokus yang dalam interaksi bisnis tersebut:
  • Menghormati desainer lain dalam persaingan adil dan terbuka
  • Sebagai desainer bersikaplah jujur saat anda menggambarkan pengalaman profesional dan kompetensi anda
  • Hindari semua jenis pertentangan di atas kepentingan pribadi
  • Memperkenalkan diri kepada klien dengan memberikan saran jujur dan tidak memihak.
  • Menjaga kerahasiaan semua informasi klien
  • Menghilangkan segala bentuk kompensasi atau imbalan tersembunyi.
  • Menjaga komitmen untuk mengembangkan karya secara inovatif dengan kualitas terbaik
  • Tolak segala bentuk plagiarism
  • Akui kepengarangan orang lain yang telah bekerja sama dengan anda dalam menciptakan sebuah desain
Lalu Bagaimana etika profesi desain grafisdi INDONESIA???

fakta
01.
Eksistensi profesi desain grafis secara kuantitas menunjukkan angka pertumbuhan yang sangat luar biasa dalam dua dekade belakangan ini di Indonesia, khususnya di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya, sejak 1990 naik lebih dari 1100 %, sejak 1995 naik lebih dari 500%. Pertumbuhan peminatan profesi desain grafis ini seiring dengan tumbuhnya industri pendidikan yang membuka program studi desain grafis (desain komunikasi visual) dari level D2 sampai S1.
Pada sisi lain, secara kualitas menunjukkan kemerosotan penghargaan dan apresiasi dari industri praktis dan pemakai jasa, selain itu juga kemerosotan kualitas kompetensi dari desainer.
02.
Cepatnya perkembangan media dan teknologi baru pendukung pekerjaan desain grafis sejak awal 1990-an sampai kini memberi dampak yang signifikan terutama kepada sikap manusia – insan desain grafis, pelaku bisnis dan pelaku industrial. Kecepatan dan akurasi desain memang jelas meningkat, namun kualitas apresiasi dan desain menurun.
03.
Krisis ekonomi 1997 – 1998 dan akhir 2008 adalah momentum baik untuk menyusun strategi dan taktik baru guna mengatasi tuntutan-tuntutan baru yang lebih besar dan banyak, namun belum dilakukan secara optimal dan sinergi oleh pihak terkait : industri pendidikan – industri praktis, industri pendukung – pemerintah – asosiasi profesi.
04.
Krisis multidimensi didalam masyarakat khususnya krisis sosial – budaya dan etika.
Tantangan
Dari fakta-fakta diatas, dibutuhkan strategi dan taktik berupa etika baru melalui perspektif, visi dan spirit baru.
Etika baru tersebut sebagai tantangan pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang.
Etika
Berkaitan dengan baik dan buruk, benar dan salah. Berkaitan pula dengan adat dan kebiasaan (kebudayaan).
Profesi
Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu dalam desain grafis.
Pilihan profesinya :
  • sebagai desainer
  • sebagai pengajar + entrepreneur
  • sebagai desainer + artis
  • sebagai pengamat / kritikus

Kini, etika dalam profesi erat kaitannya dengan perspektif baru dalam komunikasi & kebudayaan. Tantangannya :
1. Bahwa kebudayaan adalah karya manusia yang mampu mengembangkan kemampuan, bakat sampai menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang bernilai.
2. Melalui kebudayaan, manusia mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik : lebih aman, lebih nyaman, lebih indah, lebih mudah, lebih seimbang, serasi dan selaras.
3. Bahwa kebudayaan sebagai forma spiritual dari suatu masyarakat, karena kebudayaan sebagai struktur dasariah manusia, ia mampu memberi ciri khas dalam adat kebiasaan, bahasa, teknik serta tata nilai.
4. Bahwa seorang ahli dalam profesi juga sebagai komunikator. Untuk menjadi komunikator yang efektif masa kini, perlu memenuhi tantangan komunikasi interkultur. (Komunikasi interkultur adalah komunikasi antar manusia dengan persepsi kultural dan sistem simbol).
5. Tampilnya teknologi baru dan lebih baik, pertumbuhan penduduk dunia dan pergeseran area ekonomi global telah mendukung pertumbuhan internasional. Setiap orang diseluruh dunia akan terpengaruh oleh pertumbuhan ini dan perlu komunikasi tentang sumber daya alam yang terbatas dan semakin rusaknya lingkungan hidup dan perlu pula peran serta kita semua untuk membantu mengurangi dan menghindari.
6. Bahwa komunikasi mampu menyelesaikan banyak kebutuhan interpersonal, membantu menentukan identitas personal dan mempengaruhi manusia.
7. Secara global, bahwa komunikasi kontekstual dengan politik, teknik, kultural dan ekonomi. Sedangkan kebudayaan kontekstual dengan keyakinan » Nilai» Sikap » Perilaku.
8. Bahwa banyak pembenaran-pembenaran di dunia pendidikan yang sebenarnya tidak selalu atau mutlak benar dalam dunia praktis.
9. Berpikir dan bersikap positif dan konstruktif kepada:
· Tuhan Yang Maha Esa
· Diri sendiri
· Rekan kerja / orang lain
· Profesi
· Organisasi / institusi
· Sumber daya : waktu, air
Penutup
Bahwa etika profesi desain grafis pada masa depan tidak cukup memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga wajib memiliki kearifan spiritual yang senantiasa takut kepada Tuhan – pencipta seisi alam semesta dan memiliki kemampuan komunikasi interkultural. Senantiasa mau belajar dari kesalahan, mau menerima perbedaan pendapat, memiliki inisiatif, cenderung berusaha untuk mencari nilai beda ketimbang harus bersaing atau berkompetisi, serta berpikir terpadu.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Nama: Frida Fatah Abdullah Aziz
NIM: SIR200913
Kul: Jaringan komputer
Dosen: Bambang Susilo, S.kom
Tugas Terstruktur ke-1

Di tugas ini saya mempraktekan cara kerja topologi tree. Dimana topologi tree adalah gabungan dari beberapa topologi star. Memiliki keunggulan yang sama dengan topologi star dan dengan adanya switch sekunder maka akan lebih banyak perangkat yang tersambung. Untuk tampilan topologi tree yang saya buat bisa dilihat seperti dibawah ini
Kemudian untuk mencoba apakah jaringan yang saya buat sudah benar maka harus di uji dengan mengirimkan sebuah paket data. Untuk prakteknya saya mencoba mengirimkan paket data dari PC 01 ke Printer 0.
Gb1. Paket data pada pc 01


Gb2. Paket data telah dikirim dan sampai pada switch premier

Gb3. Paket data diteruskan ke switch sekunder

Gb4. Paket data telah sampai pada printer 0 dan siap untuk di cetak


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Frida
Graphic Designer | Football Addict | Travelling
View my complete profile

Categories

Adventure AOK Assembly Download event Futsal Grafis Hardware JalanJalan Jaringan LintasAlam OS Pemrograman shop Software Tips n Trik Tugas Visual Basic Wallpaper YogaRimba

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2018 (3)
    • ►  November (3)
  • ►  2012 (2)
    • ►  February (2)
  • ▼  2011 (30)
    • ►  November (2)
    • ▼  October (2)
      • Etika Profesi Desainer Grafis
      • Praktek 1 Packet tracer
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2010 (10)
    • ►  December (3)
    • ►  September (7)

Social Media

Facebook

Created with by ThemeXpose