Powered by Blogger.

Diary Kuli Pabrik

sebuah catatan perjalanan dari seorang kuli pabrik yang sedang mencari jati diri. lets enjoy my untold story

Poster Minimalis dan khas dari freepik
Durian, Siapa sih yang ga tau sama buah yang satu ini?? Buah khas daerah tropis yang punya rasa dan bau mungkin ga semua orang suka. Tapi bagi gw buah ini salah satu buah favorit dan masuk kategori buah terenak. Kalo kata temen gw, orang yang ga suka durian sama aja kurang bersyukur karena ga bisa menikmati salah satu kenikmatan dunia, hahaha

Nah kali ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Banyumas mengadakan Festival Durian dan Pameran 2018. Diadakan tanggal 24 sampe 25 November 2018 di areal parkir selatan Gor Satria Purwokerto. Festival yang diadakan oleh dinas pertanian dan ketahanan pangan kab. Banyumas ini ternyata udah jadi festival yang ke-2, dimana tahun lalu diadakan di alun-alun Banyumas. Agenda nya ada kontes durian, pameran UMK hasil dari berbagai daerah dan bazar durian baik durian lokal maupun montong. Di Stand utama milik pemda disitu dipamerkan Durian Kromo, dimana durian tersebut adalah hasil buah kerja dari bapak kromo seorang petani durian yang sudah terkenal dari daerah Kemranjen, Banyumas. Ada juga durian Bawor yang terkenal super duper besar dan berat, berat 1 buah kisaran 4-8 kilo bahkan ada yang bisa mencapai 15kilo perbuah, lalu ada juga gunungan hasil bumi yang berisi hasil pertanian dari para petani di Banyumas.
Durian Bawor yang Terkenal Besar
Gunungan berisi hasil bumi

Satu hal lagi yang menarik di festival ini ada lah di adakannya kontes durian (sebenernya sih udah umum ya ada kontes durian di festival durian), berbagai durian hasil buah ketekunan petani yang terbaiklah yang dipilih. Untuk tahun ini yang terpilih sebagai pemenang Juara 1 adalah petani dari desa Bogangin, Sumpiuh.
Para pemenang kontes durian
Untuk acara bazar durian ada banyak stand yang mengisi mulai dari petani dari Sumpiuh, Kalibagor, Cilongok sampai Kebasen. Harganya sendiri bervariasi ada yang paket 100rb rupiah isi 3 buah durian kecil-kecil, ada yang durian sedang seharga 50rb/buah bahkan ada yang dibandrol sampai ratusan ribu rupiah perbuah. Untuk durian jenis montong sendiri dijualnya model kiloan, harganya pun bevariasi ada yang harga 80rb/kilo bahkan ada yang lebih mahal.
Bazar Durian
Mbanya jualan durian
Tuh Stocknya banyak
Untuk hasil pertanian ada yang membawa hasil unggulan dari daerah masing masing, contohnya dari kec.Kalibagor membawa Kelengkeng, dari Cilongok memawa Petai dan Jengkol. Ada juga yang membawa bibit baik itu bibit durian ataupun tanaman lain contohnya cabai, lalu ada juga stand yang menjual pupuk organik untuk perawatan tanaman. Sedangkan untuk hasil UKM  ada yang membawa gula kristal, es durian, es dawegan durian, es dawet, ketan manayo, jamu, bahkan ada stand kopi.
Petai dan Jengkol buah legend nih
Bibit cabai rawit, yang pasti bukan cabai-cabaian
 Ada satu yang membuat gw penasaran yaitu "Ketan Manayo", setelah gw coba beli ternyata adalah hasil olahan ketan yang dimasak kemudian disiram saus durian yang kemudian diberi topping keju parut, kacang dan susu coklat ataupun susu framboze, untuk satu porsi di bandrol 10rb/cup, harga yang cukup murah di ajang festival kaya gini (tapi untuk dijual di hari biasa gw rasa cukup mahal karena porsinya yang cukup kecil dan saus duriannya sendiri kurang rasa duriannya). Ada satu lagi menu yang gw coba, berhubung siang ini di purwokerto cuacanya panas banget ahirnya gw mutusin buat cari minuman. Nah disini gw nemuin stand yang jualan "es dawet durian". Sebenernya ini sih es dawet biasa tapi ada potongan durian sebagai penambah rasa dan aromanya, harganya untuk segelas es dawet durian dibandrol harga Rp. 10rb/gelas, harga yang menurut gw wajar juga sih. Berkunjung ke Festival Durian kaya gini kurang afdol kalo ga nyoba duriannya, setelah muter muter stand cari durian lokal yang bagus dan matang (karena kebanyakan stand siang itu udah kehabisan stock dan hanya tersisa durian yang siap makan untuk besok). Setelah mencari ahirnya gw nemu satu stand yang masih nyetok durian yang siap makan. setelah tanya harga dan ngintip duriannya ahirnya gw dapet juga 1 buah durian lokal yang rasanya mantab. 
Ketan Manayo
Es Dawet Durian
Finalnya mbelah durian lokal men. . .
Cukup menarik di Banyumas di adain festival durian karena di banyumas sendiri memang ada beberapa daerah yang terkenal sebagai sentral budidaya durian, yaitu di daerah Kemranjen, Cilongok dan lainnya. Harapan gw pribadi sih event-event macam gini kudu bakal terus ada, karena apa??? Selain sebagai suatu apresiasi kita kepada petani juga bisa sebagai ajang pariwisata (contoh deh acara festival durian semarang, para pengunjung kebanyakan dari luar kota dan mereka rela jauh jauh untuk menikmati durian di semarang). Dan mungkin saran dari gw untuk panitia event ini acaranya terlihat kurang inovatif, dari segi publikasi sendiri kurang masif  jadi kurang banyak pengunjung menurut gw. Overall untuk acara yang baru berjalan 2 kali udah lumauan lah, mungkin bisa ditingkatkan untuk next event
Suasana Festival Durian Banyumas 2018







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Weekend kemarin cukup berkesan karena gw dan temen-temen rombongan dari YogaRimba ikut salah satu event yang di adakan kawan-kawan dari CakramPala, yaitu Lomba Lintas Alam Bumi Cakram II. Acara yang menggandeng salah satu Brand Rokok terkemuka di Indonesia menjadi sponsor utamanya, apalagi kalau bukan dari rokok Djarum dengan taglinenya #SuperAdventure dan #I_Dare. Acaranya sendiri dilaksanakan Minggu pagi pada tanggal 18 November 2018, tetapi kita para peserta diwajibkan mengikuti Technical Meeting pada hari Sabtu malam, jadi gw sehabis nonton futsal langsung gas kerumah untuk siap-siap ke lokasi acara, dan kabarnya temen-temen gw dari YogaRimba udah pada sampai di lokasi.

Setelah Maghrib gw langsung meluncur ketempat bang Dika (salah satu senior gw di YogaRimba) untuk barengan ke lokasi acara. Setelah njemput bang Dika, gw sama bang Dika meluncur ke lokasi yang berada di desa Karangkemiri kec.KarangLewas. Lokasinya sih ga jauh dari pusat kota Purwokerto, bisa dibilang pinggiran kota lah. Untuk lokasi TM di adain di salah satu tempat wisata yang masih dalam tahap pengerjaan. Denger-denger nantinya mau dibuat semacam taman Edukasi gitu, cuman belum sepenuhnya jadi dan masih ada pengerjaan.
Disitu gw, temen-temen YogaRimba dan para peserta yang lain ikut mendengarkan arahan dari panitia untuk teknis acara lomba yang bakal diadain besok pagi. Setelah pembekalan mengenai teknis, jalur, dan pembagian atribut (syal, kartu Peserta) oleh panitia kita dipersilahkan untuk langsung istirahat atau ikut menonton film dokumenter yang diputer temen-temen panitia, tapi kita memilih untuk istirahat saja, berhubung TM selesainya larut malam kita juga perlu persiapkan fisik untuk kegiatan besok pagi.

Pagi hari pun tiba dan saatnya persiapan untuk mengikuti lomba, tapi sebelum itu isi tenaga dulu dengan sarapan dan mandi pagi dulu biar kagak kecut-kecut banget. . . Tepat jam 7 pagi kita kumpul di lapangan Bonavita KarangKemiri untuk persiapan start. Ketika pertama masuk lapangan hal pertama yang disajikan oleh EO Djarum adalah adanya photobooth besar plus mobil jeep sebagai display yang menutupi sebagian panggung utama, kita ga menyianyiakan kesempatan foto di photobooth tersebut sebagai kenang-kenangan. Nih foto kita
Rombongan PPA YOGARIMBA
Dibelakang photobooth udah berdiri panggung besar dengan konsep dekorasi yang adventure banget, belum lagi musik yang diputar. Musik genre Rock mungkin terasa aneh sama sebagian orang yang kurang suka dengan musik yang agak keras, tapi menurut gw pribadi konsep yang disajikan EO keren dan bagus banget, baru pernah ada acara LA tapi berasa Konser karena banyaknya band bintang tamu yang dateng. Untuk event yang seperti ini emang mantep abis, soalnya yang udah-udah acara LA ya sekedar LA aja, musik hanya pelengkap aja.

Setelah acara pembukaan dan sambutan sambutan acara pelepasan peserta pun dimulai. Kita dari Rombongan YogaRimba dapat nomor urut 60an, jadi bisa dibilang kita start awal karena jumlah peserta sampe lebih dari 300 regu (1 regu = 3 orang). Untuk rute yang dibuat panitia tergolong sedang, karena kontur tanah daerah KarangKemiri sendiri cenderung landai. Awal mula trek berupa jalur perkampungan warga, kita disuguhi pemandangan ramahnya warga bahkan ada yang sampai menyediakan minuman dan camilan di depan rumah mereka. Setelah melewati perkampungan giliran masuk trek kebun agak menanjak dengan tanaman bambu sebagai pemandangannya.
Bang Dika Pose dikebon bambu
Setelah melewati kebun bambu kita masuk lagi ke perkampungan tapi hanya sebentar saja dan trek kembali ke alam dengan menyusuri aliran sungai kecil. Debit air nampak sedang tinggi dimanfaatkan beberapa warga untuk kegiatan mandi dan cuci. Dijaman sekarang sudah jarang dijumpai kegiatan cuci bahkan mandi disungai apalagi untuk daerah perkotaan. Tapi itu seolah membawa kembali gw ke memory masa kecil gw dimana gw sering mandi dan main di sungai. Habis menyusuri aliran sungai kecil tiba saatnya menyebrangi sungai yang agak besar, bagiku yang udah biasa main di sungai terlihat cukup mudah tapi beberapa peserta nampak kesulitan bahkan ada yang sampe terjatuh ahirnya basah badannya karena batubatu kecil pada dasar sungai agak licin. Beruntung aliran sungai ga deras dan juga kesigapan panitia yang segera menolong peserta yang sempat terpeleset.
Setelah menyebrangi Sungai besar tadi trek kembali menyusuri aliran sungai kecil lagi tapi dengan tambahan pemandangan areal persawahan dan ladang jagung jadi membuat mata adem saat memandangnya. Trek kemudian masuk lagi ke pemukiman penduduk di mana kearifan lokal penduduk diperlihatkan kembali dengan adanya beberapa rumah yang menyediakan air minum, camilan bahkan buah pisang untuk sekedar melepas dahaga dan lapar, ga jarang juga warga yang kita jumpai menyalami kami yang sedang jalan. Nggak jauh dari situ tepat di depan salah satu warga dijadikan POS 1 oleh panitia, disana panitia dengan cakap menyediakan soal untuk kita kerjakan dan air mineral untuk kami isi ulang mengisi perbekalan.

Selepas POS1 kami melanjutkan perjalanan menyusuri pemukiman warga dan masuk lagi ke areal kebun milik warga. Jalur dari POS1 ke POS2 banyak dilalui trek kebun milik warga yang ditanami pohon bambu dan juga trek melalui pemukiman warga. Sampai di POS2 kami wajib menyetorkan soal yang tadi dibagikan panitia di POS1, setelah istirahat sejenak kami lanjutkan perjalanan ke POS3 dimana trek yang dilalui adalah areal persawahan dan perkebunan dengan kontur landai cenderung menurun. Perkebunan sendiri banyak yang ditanami jagung dan Pepaya California. Tengah hari gw dan bang Dika sampai di POS3, dimana POS3 itu adalah tempat kami TM semalam, istirahat sejenak sambil leyeh leyeh di pinggir jalan dirasa cukup kami lanjutkan perjalanan ke garis Finish di lapangan Bonavita (tempat td start). Setelah sampai garis finish kami disambut panitia dan ahirnya bisa leyeh leyeh di lapangan  sembari menunggu kawan-kawan YogaRimba yang lain sampai di garis finish.
Juara 3 Cuy
Baru setelah sekitar jam 3 sore rombongan kami finish semua, rasa lelah terobati dengan pemandangan, suasana dan kearifan lokal khas pedesaan, di lapangan kami dihibur juga dari bintang tamu dari EO Djarum. Setelah semua peserta mencapai garis finish tiba saatnya panitia mengumumkan pemenang daari Lomba Lintas Alam Bumi Cakram II. Dan Alkhamdulillah salah satu regu dari rombongan YogaRimba menyabet Juara ke-3 Kategori Pelajar Putri. 

#I_Dare

#NoLimitForAdventure
Selamat untuk YogaRimba yang di tahun ini menambah koleksi juara dan prestasinya, Terimakasih juga untuk segenap panitia yang sudah memaksimalkan event ini jadi sangat keren.
PPA YogaRimba #NoLimitForAdventure #salamlestari
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
16 - 18 November 2018, adalah tanggal dimana Gor Satria Purwokerto di uji sebagai tuan rumah babak 8 besar sampai Grand Final Liga Futsal Nusantara 2018, dimana klub yang masuk babak semifinal berhak melaju ke Liga Pro Futsal. Karena vanue nya lagi di Purwokerto, ga ada salahnya dong gw ikut nonton, pas kebeneran free dihari sabtu dan itu pas banget lagi pertandingan babak semifinal. Sebenernya pingin nonton di hari Minggu juga pas Grandfinal tapi waktunya barengan sama acara Lintas Alam Bumi Cakram II, yang di adain temen-temen dari Cakrampala (acara lintas alam bakal gw posting setelah postingan ini).

Nah pas Semifinal mempertemukan Futsal Kota Metro (Lampung) VS Young Rior FC (Sulawesi Selatan), dan Pertandingan antara Bifor FC (Papua) VS Devina FC (Jakarta Utara). Pertandingan pertama antara Kota Metro lawan Young Rior berjalan ketat dan menarik, jual beli serangan dan saling salip skor mewarnai pertandingan ini. Pertandingan berahir dengan skor 3-3 pada waktu normal, sehingga ada babak tambahan untuk mencari pemenang. Penentu kemenangan Young Rior sore itu ada pada sosok Hasriady yang pada pertandingan itu mencetak hatricknya tepat 2 menit sebelum babak perpanjangan selesai.

Pada pertandingan kedua ada Bifor FC (Papua) VS Devina FC (Jakarta Utara), pertandingan juga ga kalah seru, jual beli serangan sering terjadi. Bifor FC yang pada awal babak pertama bisa unggul skor 3-1 ahirnya disamakan oleh devina menjadi 3-3 namun lagi-lagi Bifor FC ga berselang lama bisa menambah 2 gol untuk kembali unggul. Ketangguhan kiper Bifor FC gw nilai jadi salah satu kunci kemenangan Bifor FC atas Devina FC sore itu, karena dia sanggup ngegagalin dua eksekusi second pinalty dari Devina FC. Pada ahirnya Bifor FC keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 6-5. 

Selamat Buat 4 Klub yang berhasil promosi ke Pro Futsal League 2019, dan untuk Young Rior FC juga Bifor FC selamat untuk masuk babak Grandfinal Liga Futsal Nusantara 2018. Owh iya sampe lupa Selamat juga buat kota Purwokerto yang sudah berhasil jadi tuan rumah untuk pertandingan Level Nasional. Semoga Next Time kedepan banyak event-event besar lagi di Purwokerto tercinta.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

My photo
Frida
Graphic Designer | Football Addict | Travelling
View my complete profile

Categories

Adventure AOK Assembly Download event Futsal Grafis Hardware JalanJalan Jaringan LintasAlam OS Pemrograman shop Software Tips n Trik Tugas Visual Basic Wallpaper YogaRimba

Blog Archive

  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ▼  2018 (3)
    • ▼  November (3)
      • Mampir ke Festival Durian Banyumas 2018
      • SuperAdventure Lintas Alam Bumi Cakram II
      • Nonton Live Semifinal Liga Futsal Nusantara 2018
  • ►  2012 (2)
    • ►  February (2)
  • ►  2011 (30)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (11)
  • ►  2010 (10)
    • ►  December (3)
    • ►  September (7)

Social Media

Facebook

Created with by ThemeXpose